Selasa, 13 Oktober 2015

ETIKA BISNIS

Ika Mayang Sari
13212574
4EA13 (Universitas Gunadarma)
Definisi Etika dan Bisnis sebagai sebuah profesi
DEFINISI ETIKA BISNIS
Kita awali pembahasan kita kali ini dengan definisi etika bisnis.
A.    Definisi Etika dan Bisnis
-          ETIKA
Etika berasal dari Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan"  adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benarsalahbaikburuk, dan tanggung jawab. St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.(https://id.wikipedia.org/wiki/Etika)
-          BISNIS
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Namun definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.  
Dari kedua pengertian tersebut Pertama adalah kata etika, Menurut bahasa Yunani, kata etika berawal dari kata ethos yang memiliki arti sikap, perasaan, akhlak, kebiasaan, watak. Kata kedua adalah bisnis, yang diartikan sebagai suatu usaha. Jika kedua kata tersebut dipadukan, yaitu etika bisnis maka dapat didefinisikan sebagai suatu tata cara yang dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan kegiatan berbisnis. Dimana dalam tata cara tersebut mencakup segala macam aspek, baik dari individu, institusi, kebijakan, serta perilaku berbisnis.
Pengertian Etika Bisnis dan Cara Penyusunannya. Untuk menyusun etika bisnis yang bagus, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini, yaitu tentang pengendalian diri, pertanggungjawaban sosial, menjadikan persaingan secara sehat, penerapan konsep yang berkelanjutan, dapat mempertahankan keyakinannya, konsisten dengan sebuah aturan yang sudah disepakati bersama, penumbuhan kesadaran serta rasa memiliki dengan apa yang sudah disepakati, menciptakan suatu sikap untuk saling percaya pada antar golongan pengusaha, serta perlu diadakannya sebagian dari etika bisnis untuk dimasukkan dalam hukum yang dapat berupa suatu perundang-undangan.
B.     Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1.      Pengendalian diri
2.      Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3.      Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4.      Menciptakan persaingan yang sehat
5.      Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6.      Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7.      Mampu menyatakan yang benar itu benar
8.      Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9.      Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10.  Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11.  Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.
Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan  individu,  perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum,bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
C.    Etika moral, Hukum, dan Agama
-          Moral berasal dari kata latin “Mos” yang dalam bentuk jamaknya “Mores” yang berarti adat atau cara hidup. Moralitas (dari kata sifat latin moralis) mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan moral. Hanya ada nada lebih abstrak. Kita berbicara tentang moralitas suatu perbuatan artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya,. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.
-          Sebagaimana didefinisikan dalam oxford english dictionary, hukum adalah kumpulan aturan, baik sebagai hasil pengundangan formal maupun dari kebiasaan, dimana suatu negara atau masyarakat tertentu mengaku terikat sebagai anggota atau sebagai subjeknya. Hukum ada (baik dibuat ataupun lahir dari masyarakat) pada dasarnya berlaku untuk ditaati, dengan demikian akan tercipta ketentraman dan ketertiban. Pada dasarnya hukum bertujuan untuk mencapai kepastian hukum, yaitu untuk mengayomi masyarakat secara adil dan damai sehingga mendatangkan kebahagiaan bagi masyarakat.
-          Agama [Sanskerta, a = tidak; gama = kacau] artinya tidak kacau; atau adanya keteraturan dan peraturan untuk mencapai arah atau tujuan tertentu. Religio [dari religere, Latin] artinya mengembalikan ikatan, memperhatikan dengan saksama; jadi agama adalah tindakan manusia untuk mengembalikan ikatan atau memulihkan hubungannya dengan Ilahi.
Secara umum, agama adalah upaya manusia untuk mengenal dan menyembah Ilahi [yang dipercayai dapat memberi keselamatan serta kesejahteraan hidup dan kehidupan kepada manusia]; upaya tersebut dilakukan dengan berbagai ritus [secara pribadi dan bersama] yang ditujukan kepada Ilahi.
Secara khusus, agama adalah tanggapan manusia terhadap penyataan TUHAN Allah. Dalam keterbatasannya, manusia tidak mampu mengenal TUHAN Allah, maka Ia menyatakan Diri-Nya dengan berbagai cara agar mereka mengenal dan menyembah-Nya. Jadi, agama datang dari manusia, bukan TUHAN Allah. Makna yang khusus inilah yang merupakan pemahaman iman Kristen mengenai Agama.
v  Jadi antara etika moral, hukum,  dan agama berbicara tentang moral sangat erat kaitannya dengan pembicaraan agama dan budaya, artinya kaidah-kaidah dari moral pelaku bisnis sangat dipengaruhi oleh ajaran serta budaya yang dimiliki oleh pelaku-pelaku bisnis sendiri. Setiap agama mengajarkan pada umatnya untuk memiliki moral yang terpuji, apakah itu dalam kegiatan mendapatkan keuntungan dalam ber-"bisnis". Jadi, moral sudah jelas merupakan suatu yang terpuji dan pasti memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Umpamanya, dalam melakukan transaksi, jika dilakukan dengan jujur dan konsekwen, jelas kedua belah pihak akan merasa puas dan memperoleh kepercayaan satu sama lain, yang pada akhirnya akan terjalin kerja sama yang erat saling menguntungkan.
Moral lahir dari orang yang memiliki dan mengetahui ajaran agama dan budaya. Agama telah mengatur seseorang dalam melakukan hubungan dengan orang sehingga dapat dinyatakan bahwa orang yang mendasarkan bisnisnya pada agama akan memiliki moral yang terpuji dalam melakukan bisnis. Berdasarkan ini sebenarnya moral dalam berbisnis tidak akan bisa ditentukan dalam bentuk suatu peraturan (rule) yang ditetapkan oleh pihak-pihak tertentu. Moral harus tumbuh dari diri seseorang dengan pengetahuan ajaran agama yang dianut budaya dan dimiliki harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya moral, hukum dan agama dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, kita yakin jurang itu akan dapat diatasi, serta optimis salah satu kendala dalam menghadapi tahun selanjutnya dapat diatasi.
D.    Klasifikasi Etika
Menurut buku yang berjudul “Hukum dan Etika Bisnis” karangan Dr. H. Budi Untung, S.H., M.M, etika dapat diklasifikasikan menjadi :
1.      Etika Deskriptif
Etika deskriptif yaitu etika di mana objek yang dinilai adalah sikap dan perilaku manusia dalam mengejar tujuan hidupnya sebagaimana adanya. Nilai dan pola perilaku manusia sebagaimana adanya ini tercemin pada situasi dan kondisi yang telah membudaya di masyarakat secara turun-temurun.
2.      Etika Normatif
Etika normatif yaitu sikap dan perilaku manusia atau massyarakat sesuai dengan norma dan moralitas yang ideal. Etika ini secara umum dinilai memenuhi tuntutan dan perkembangan dinamika serta kondisi masyarakat. Adanya tuntutan yang menjadi avuan bagi masyarakat umum atau semua pihak dalam menjalankan kehidupannya.
3.      Etika Deontologi
Etika deontologi yaitu etika yang dilaksanakan dengan dorongan oleh kewajiban untuk berbuat baik terhadap orang atau pihak lain dari pelaku kehidupan. Bukan hanya dilihat dari akibat dan tujuan yang ditimbulakan oleh sesuatu kegiatan atau aktivitas, tetapi dari sesuatu aktivitas yang dilaksanakan karena ingin berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau pihak lain.
4.      Etika Teleologi
Etika Teleologi adalah etika yang diukur dari apa tujuan yang dicapai oleh para pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika bertujuan baik. Artinya sesuatu yang dicapai adalah sesuatu yang baik dan mempunyai akibat yang baik. Baik ditinjau dari kepentingan pihak yang terkait, maupun dilihat dari kepentingan semua pihak. Dalam etika ini dikelompollan menjadi dua macam yaitu :
v  Egoisme
Egoisme yaitu etika yang baik menurut pelaku saja, sedangkan bagi yang lain mungkin tidak baik.
v  Utilitarianisme
Utilitarianisme adalah etika yang baik bagi semua pihak, artinya semua pihak baik yang terkait langsung maupun tidak langsung akan menerima pengaruh yang baik.
5.      Etika Relatifisme
Etika relatifisme adalah etika yang dipergunakan di mana mengandung perbedaan kepentingan antara kelompok pasrial dan kelompok universal atau global. Etika ini hanya berlaku bagi kelompok passrial, misalnya etika yang sesuai dengan adat istiadat lokal, regional dan konvensi, sifat dan lain-lain. Dengan demikian tidak berlaku bagi semua pihak atau masyarakat yang bersifat global.
E.     Konsepsi Etika
Konsep etika bisnis tercermin pada corporate culture (budaya perusahaan). Menurut Kotler (1997) budaya perusahaan merupakan karakter suatu perusahaan yang mencakup pengalaman, cerita, kepercayaan dan norma bersama yang dianut oleh jajaran perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari cara karyawannya berpakaian, berbicara, melayani tamu dan pengaturan kantor.
Dasar pemikiran:
Suatu perusahaan akan memiliki hak hidup apabila perusahaan tersebut memiliki pasar, dan dikelola oleh orang-orang yang ahli dan menyenangi pekerjaannya.
Agar perusahaan tersebut mampu melangsungkan hidupnya, ia dihadapkan pada masalah:
-          intern,misalnya masalah perburuhan
-          Ekstern,misalnya konsumen dan persaingan
-          Lingkungan, misalnya gangguan keamanan
Pada dasarnya ada 3 hal yang dapat membantu perusahaan mengatasi masalah di atas yaitu:
-          Perusahaan tersebut harus dapat menemukan sesuatu yang baru.
-          Mampu menemukan yang terbaik dan berbeda
-          Tidak lebih jelek dari yang lain
Untuk mewujudkan hal tersebut perlu memiliki nilai-nilai yang tercermin pada:
-          Visi
-          Misi
-          Tujuan
-          Budaya organisasi
BUDAYA ORGANISASI
Pada budaya organisasi terdapat unsure memecahkan masalah baik internal maupun eksternal organisasi budaya tersebut dapat ditafsirkan secara mendalam, mempunyai persepsi yang sama, pemikiran yang sama, dan perasaan yang sama.
FUNGSI DAN MANFAAT BUDAYA PERUSAHAAN
1.      Fungsi
menentukan maksud dan tujuan organisasi dengan fungsi tersebut organisasi akan mengikat anggotanya.
2. Manfaat
a.    mampu memecahkan masalah intern
b.   mampu memecahkan masalah ekstern
c.    mampu memiliki daya saing
d.   mampu hidup jangka panjang

KUNCI MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN
1.      Memahami proses terbentuknya budaya perusahaan yang Alamiah dan Konseptual
sumber budaya perusahaan adalah :
·         karakteristik pemimpin
·         jenis pekerjaan
·         cara memecahkan masalah
2.   Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi budaya perusahaan.
a. Nilai
b. Ideologi
c. Norma
3.   Langkah-langkah membangun budaya perusahaan:
a.    menemukan masalah dalam organisasi
b.   menemukan opini yang berkembang
c.    menganalisis opini dari:
        - lingkup
        - pemunculan
        - kompetensi
        - mutu
        - kadar
4. Menentukan strategi
5. Membuat program
6. Merumuskan pesan yang dapat mengubah
a.    opini negatif menjadi positif
b.   opini positif menjadi lebih positif
7. menciptakan opini baru yang positif tercermin pada:
a.    individul image
b.   unit image
c.    coorporate
8. Budaya perusahaan dapat dibagi menjadi:
a. Pertama : Produk
b.Kedua    : Organisasi
- Perhatian pada karyawan (suasana, keejahteraan)
- Perhatian pada tata kerja
- Menyangkut pada sistem dan prosedur aturan-aturan kerja
- Perhatian pada sarana/peralatan
F.     Kesimpulan
Kajian ini menggugah kesadaran kita bahwa keberhasilan bisnis dan manajemen tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan material berupa keuntungan dan pertumbuhan perusahaan. Kenyataan membuktikan bahwa lingkup kegiatan bisnis dan manajemen tidak hanya menyangkut lingkup ekonomi dan manajemen secara murni, melainkan menyentuh juga aspek-aspek manusiawi dan etika. Oleh karena itu dalam setiap keputusan dan tindakan bisnis, aspek-aspek manusiawi dan etika tersebut ikut berperan di dalamnya.

Sejalan dengan peran etika yang semakin penting dalam bisnis modern, maka para praktisi bisnis harus melihat bahwa mereka memiliki peran yang sangat strategis dalam menyelaraskan wajah dunia bisnis kita di masa depan. Semakin aspek-aspek manusiawi dan etis diperhatikan dalam kegiatan bisnis, maka masyarakat dan budaya kita juga akan menjadi semakin etis dan bermoral seperti yang diharapkan.


SUMBER:

Buku “ HUKUM DAN ETIKA BISNIS” karangan Dr. H. Budi Untung, S.H., M.M tahun 2012


Minggu, 07 Juni 2015

MASALAH PENDIDIKAN TERHADAP PESTA KELULUSAN SMU DI INDONESIA



PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kata LULUS mungkin memang begitu berharga bagi siswa/siswi yang telah menempuh ujian akhir. Bagaimana tidak, hasil belajarnya selama tiga tahun hanya dipertaruhkan selama tiga hari. Jika tidak lulus, berarti selama tiga tahun belajar di sekolah, hanya sia-sia. Segala pikiran, semangat, dan tentu saja materi, akan hilang tanpa bekas. Di hari pengumuman, siswa/siswi  mengharapkan sebuah keajaiban dan pertolongan dari Allah SWT agar Allah mengizinkan siswa/siswi untuk merasakan kegembiraan ketika ada pernyataan LULUS dalam sebuah surat pemberitahuan.
Menurut informasi, angka kelulusan siswa/siswi SMU menurun lebih dari 1%, sedangkan kelulusan siswa/siswi SMP malah meningkat. Tentu saja jika tidak lulus, selain siswa/siswi merasa sedih, orang tua juga akan merasa malu. Anak yang selama ini dibangga-banggakan ternyata gagal di ujian nasional. Kebingungan mereka memang beralasan. Banyak perguruan tinggi yang tidak menerima ijazah ujian paket C. Semua menuntut kesempurnaan yang tidak bisa diraih oleh anak yang tidak lulus. Padahal pemerintah telah memutuskan bahwa ijazah paket C adalah setara dengan ijazah sekolah biasa. Oleh karena itu sebaiknya pemerintah memberikan kebijakan, mempertimbangkan hasil belajar siswa selama tiga tahun dan bukan hanya mengambil nilai kelulusan pada saat ujian akhir.
            Beda dengan zaman sekarang siswa/siswi SMU belum mendapatkan keputusan kelulusan tapi sudah merayakan kelulusannya. Sekarang ini sedang hangatnya berita mengenai pesta kelulusan SMA yang sangat tidak wajar dan menimbulkan dampak negative ke generasi selanjutnya. Pesta kelulusan seperti pesta bikini, konfoy menggunakan seragam yang sudah dicoret-coret. Budaya yang luhur dan penuh sopan-santun yang dulu dijalankan oleh leluhur kita hancur lebur dengan semakin eksisnya budaya barat. Sudah separah itukah moral generasi bangsa ini hingga budaya yang amat sangat bertentangan dengan budaya negeri ini bisa bebas melengang dalam kancah budaya generasi bangsa.
Hedonisme dinegeri ini lambat laun mulai menjalar dalam kehidupan masyarakat tidak cuma dalam lingkaran orang kalangan atas tapi sudah merasuk hingga kehidupan anak bangsa. Budaya prihatin yang dulu dijalani oleh para pendiri bangsa berganti dengan budaya foya-foya dengan tanpa filter yang jelas.
Dari sinilah penulis mencoba untuk membahas lebih dalam mengenai pendidikan di Indonesia dan pesta kelulusan.
B.     Pembatasan Masalah
Dari uraian di atas dilihat begitu kompleksnya permasalahan dalam pendidikan yang ada di Indonesia dan pesta kelulusan yang sangat berdampak buruk, Oleh karena itu Penulis membatasi beberapa masalah dalam penulisan makalah dengan “ Masalah pendidikan terhadap pesta kelulusan SMU di Indonesia”
a.      Tujuan dan Manfaat penulisan
Tujuan
Sesuai dengan pembatasan masalah di atas, maka tujuan penulisan adalah untuk mengetahui masalah pendidikan terhadap kelulusan SMU di Indoensia dan bagaiman solusinya.
Manfaat
Dari penulisan ini diharapkan mendatangkan manfaat berupa penambahan pengetahuan serta wawasan penulis kepada pembaca tentang keadaan pendidikan sekarang ini sehingga kita dapat mencari solusinya secara bersama agar pendidikan di masa yang akan dapat meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas yang diberikan.



KESIMPULAN
A. Simpulan
Banyak sekali factor yang menjadikan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Factor-faktor yang bersifat teknis diantaranya adalah rendahnya kualitas guru, rendahnya sarana fisik, mahalnya biaya pendidikan, rendahnya prestasi siswa, rendahnya kesejahteraan guru, rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan, kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan. Namun sebenarnya yang menjadi masalah mendasar dari pendidikan di Indonesia adalah sistem pendidikan di Indonesia itu sendiri yang menjadikan siswa sebagai objek, sehingga manusia yang dihasilkan dari sistem ini adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Maka disinilah dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan mesyarakat untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan di Indonesia.
A.    Saran
Sarannya untuk Indonesia, terutama pendidikan Indonesia. Peningkatan mutu pendidikan baik dari guru, orang tua maupun diri sendiri sangat penting serta dengan menanamkan etika dan budaya Indonesia akan berpengaruh kepada generasi selanjutnya dan tidak ada lagi pesta bikini yang sangat berdampak buruk.
Diharapkan pendidikan di Indonesia dapat bangkit dari keterpurukannya, sehingga dapat menciptakan generasi-generasi baru yang berSDM tinggi, berkepribadian pancasila dan bermartabat.

 

Senin, 20 April 2015

Eksposisi

Nama: Ika Mayang Sari
NPM: 13212574
Kelas: 3EA13

Riset, Kecelakaan Angkot Akibat Supir Lelah

Pada tahun 2013, tercatat 233 kecelakaan terjadi di Kota Depok. Terdapat banyak kerugian yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut, mulai dari kerugian materi hingga korban tewas. Ironisnya, pada rentang Januari-Agustus 2013, terdapat 19 orang tewas dari seluruh total korban akibat kecelakaan.
Hasil kajian mahasiswa Ilmu Keperawatan UI di terminal kota Depok pada November 2013 lalu, kelelahan dari supir angkutan umum mendominasi penyebabkan kecelakaan yang terjadi di Depok. Kelelahan tersebut dipicu oleh beberapa hal, antara lain stres, jam kerja dan beban kerja yang berlebihan, kurangnya asupan makanan, lingkungan kerja kurang nyaman, dan kurangnya rekreasi.
Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh data bahwa jam operasional supir angkutan umum (angkot dan bus) rata-rata dimulai sejak pukul 04.00 – 23.00. Artinya, dalam satu hari supir menghabiskan waktu 19 jam di dalam angkotnya, meskipun ada beberapa dari supir yang bergantian atau menggunakan sistem shift. Waktu kerja yang melebihi standar ini lah yang membuat supir terasa sangat lelah. Kelelahan yang dialami oleh supir akibatkan satu masalah baru, yakni kecelakaan. Sebab, kelelahan ini dapat mengganggu konsentrasi dalam berkendara.
Karena itu, supir angkutan umum di Terminal Kota Depok sebaiknya memiliki cara yang tepat untuk dapat mengatasi kelelahan tersebut. Salah satunya, membuat jadwal istirahat di sela-sela waktu bekerja untuk kurangi rasa lelah. Selain itu, cara lain yang dapat dilakukan agar supir angkutan umum dapat mengurangi lelahnya adalah dengan cara memenuhi nutrisi supir tersebut dengan makanan sehat dan bergizi.
Dinas Perhubungan Kota Depok, pengelola Terminal Kota Depok, dan berbagai pihak dapat bekerja sama untuk mendirikan kantin murah dan sehat, sehingga kebutuhan nutrisi supir angkutan umum tersebut dapat terpenuhi. Semoga semua supir angkutan umum tersebut dapat mengetahui cara atau metode yang tepat sehingga dapat mengatasi kelelahan yang dirasakan. Sebab, dengan berkurangnya lelah yang dirasakan oleh supir angkutan umum, juga dapat menurunkan angka kecelakaan yang ada.
Ingat, berhati-hatilah di jalan karena keluarga menunggu di rumah.
Sumber:
http://www.depoklik.com/blog/riset-kecelakaan-angkot-akibat-supir-lelah/

Minggu, 19 April 2015

Kondisi Angkutan Umum Di Margonda

Nama: Ika Mayang Sari
NPM: 13212574
Kelas: 3EA13

KONDISI ANGKUTAN UMUM DI MARGONDA

Depok adalah kota yang saya suka karena di kota depok ini, masih belum banyak gedung-gedung tinggi, wilayah penghijauannya masih banyak. akan tetapi saya perhatikan dari segi kendaraan yang memang masih sangat minim mempedulikan keselamatan, dan kenyamanan penumpangnya. 

Pertama, adalah kenyamanan penumpang. Dari angkutan umum yang memang keadaannya ada yang memprihatinkan sekali seperti bus yang bangkunya sudah tidak nyaman diduduki, kotor, serta tidak ada tempat sampah di dalam angkutan bus sehingga banyak sampah berserakan dan membuat penumpang yang membuang samjpah sembarangan tidak hanya di dalam bus akan tetatpi membuang sampah keluar bus melalui kaca bus yang pada akhirnya berdampak kelingkungan sekitar seperti banjir, lalu angkutan umum yang sering masyarakat sebut dengan angkot, sama halnya bus dari segi kenyamanan juga sangat minim, bedanya kursi atau bangku yang disediakan oleh angkot masih lumayan baik, akan tetapi yang memang kapasitas kursi dalam angkot maksimal 2 orang di bagian depan dan 10 orang dibagian belakang, akan tetapi banyak sekali supir atau kenek angkot yang memaksakann muatan angkotnya melebihi kapasitasnya sehingga sangat sempit dan sangat tidak nyaman, tapi tidak mengurangi minat masyarakat untuk menggunakan angkot sebagai angkutan umum. 

Kedua, adalah keselamatan penumpang. Dari angkutan umum seperti bus dan angkot ini dua-duanya masih sangat memprihatinkan dan jarang sekali yang memperhatikan keselamatan penjumpangnya. Dengan mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan, berhenti mendadak, dan kondisi angkota seperti lampu sen, dan banyaknya bagian-bagian dari angkot yang sudah mati atau copot dan rusak. yang memang sangat mebahayakan penumpang.

Meskipun begitu masyarakat sekitar sangat konsumtif sekali terhadapat dua angkutan umum ini, disamping harganya yang murah dan sangat terjangkau untuk semua kalangan, dan mudah dijangkau, kekurangannya adalah yang sudah saya jelaskan diatas. 
pada suatu waktu saya pernah menanyakan langsung kepada supir angkot mengenai kesediaanya mengenai tempat sampah yang ada di dalam angkot, "bang, ko ga disediain tempat sampah didalam angkot, ada manfaatnya angkotnya jadi bersih?" lalu supir angkot menjawab "udah pernah saya sediain neng didalam angkot, tapi tetep ajah penumpangnya pada buang sampah sembarangan keseringan dibawah bangku". Dari sini kita bisa simpulkan bahwa semua yang ada didalam hidup ini harus kita rawat dengan baik, jika apa yang kita dapatpun dapat memuaskan diri kita sendiri.

sekian tulisan saya, semoga bermanfaat. Terimakasih